Sep 04 2009
Mengapa Sebaiknya Pilih Buah Lokal dari Impor
Ini empat alasan mengapa sebaiknya Anda lebih memilih buah lokal dibandingkan impor!
VIVAnews (Jum’at, 4 September 2009, 14:21 WIB) – Saat ini masih banyak orang beranggapan produk buah dan sayur yang berasal dari luar negeri lebih baik dibandingkan dengan produk lokal. Padahal banyak produk buah dan sayur lokal yang kualitasnya sangat baik.
Selain masalah kualitas ada empat alasan lain mengapa Anda harus membeli produk sayur dan buah lokal. Simak alasannya, dan mulailah untuk selalu membeli produk lokal.
1. Cita rasa lebih baik
Produk buah dan sayur lokal lebih cepat didistribusikan ke pasar dan masyarakat pun bisa dengan mudah langsung membelinya. Sayur dan buah yang masih dalam keadaan segar bisa langsung dimakan ataupun diproses menjadi masakan. Rasa sayuran dan buah segar tentu lebih baik dibandingkan dengan buah dan sayur dari luar negeri yang sudah berhari-hari dalam kapal kargo dan sudah diberikan bahan pengawet.
2. Nutrisi lebih optimal
Alasan kita mengonsumsi buah dan sayur salah satunya adalah nutrisi yang terkandung didalamnya. Proses pengiriman dan mengemasan buah dan sayur dari luar negeri, bisa menurunkan atau bahkan menghilangkan nutrisi didalamnya. Belum lagi kontaminasi bakteri pada sayur dan buah selama pengiriman. Buah dan sayur paling baik dikonsumsi segera setelah dipanen.
3. Harga lebih terjangkau
Harga sayuran dan buah lokal tentu lebih rendah dibandingkan dengan yang diimpor. Hal itu karena ongkos distribusinya tidak semahal dibandingkan buah dan sayur impor. Anda juga tidak hanya bisa menghemat pengeluaran belanja, tetapi juga membantu memajukan perekonomian petani lokal.
4. Ikut mencegah pemanasan global
Dengan membeli produk lokal Anda juga ikut menjaga lingkungan. Kapal kargo yang membawa buah dan sayur lokal tentu menghasilkan banyak polusi akibat pembakaran bahan bakarnya. Polusinya tentu lebih banyak dibandingkan dengan polusi dari pengiriman yang digunakan untuk membawa buah dan sayuran lokal.












































Banyak SMS maupun email saya terima dari rekan2 khususnya yang baru memulai atau mencoba membudidayakan pepaya akan kegagalannya saat penyemaian atau membuat bibit/pembibitan. Dari SMS yang saya terima ada yang mencapai hanya 50%
Terima kasih saya ucapkan kepada Kementrian Pembangunan Daerah Tertinggal dan Indonesian Entrepreneur Society serta TRUBUS atas kepercayaannya pada saya untuk menyampaikan materi pada acara “Pendidikan dan Pelatihan Kewirausahaan Menghadapi Masa Pensiun” di lingkungan Kementrian Pembangunan Daerah Tertinggal,
“Ngantor, Iya. Bisnis, Iya. Jangan Takut Punya Bisnis Sampingan Asal Tahu Aturan” ini adalah judul cover “Majalah Duit!” edisi spesial ulang tahun ke-5. No. 5/VI/MEI 2011. Saya sangat bersyukur dan berterima kasih kepada Majalah Duit! telah mewawancarai dan dimuat dalam kolom LIPUTAN UTAMA,
Saya sangat mengapresiasi program “Bosan Jadi Pegawai” yang ditayangkan oleh stasiun televisi TransTV pada hari Minggu pukul 12:00 s/d 12:30 WIB, tanggal 27 Maret 2011 menampilkan kegiatan saya untuk memaparkan budidaya pepaya california dalam episode “Cantik Pepayanya Menggiurkan Rasa dan Untungnya 



















kebetulan banget saya ini salah satu pecinta buah2 lokal (kecuali buah yang memang tidak ada di sini) ..
alasan utama so pasti lebih murah .. hehehe .. dan juga segarr .. gak jarang beli dari para pedagang yang memang menjual langsung hasil kebunnya dan baru panen !! .. maklum saya tinggal di desa .. jadi makan buah hasil dari baru panen bisa dirasakan ..
mengapa harus beli yang mahal ? hanya krn label luar negeri ? sayangkaaan ..
Bapak, saya tertarik dengan buah pepaya yang bapak punya. Bisa saya dapat contact bapak, untuk membicarakan lebih jauh mengenai kemungkinan menjadi supplier saya untuk supermarket di Jakarta? Tolong email balik ya Pak. Thanks.
Yth pak Amir,
Saya bertanam pepaya california lk setahun yll di Depok, jabar dan sudah menikmati hasil panen yang menyenangkan bagi kegiatan sampingan disamping rumah. Hanya saja selama ini tanaman saya diganggu oleh hama kutu putih yang membuat daun menjadi keriting dan tampak sakit. saya sudah semprot dengan insektisida yg direkomendasikan oleh toko obat2an, tapi sejauh ini tidak berhasil mengatasi hama tersebut.
Mohon pencerahan Bapak, bagaimana cara mengatasi hama tersebut.
terima kasih dan salam hormat
Memang untuk penanganan hama kutu putih belum ada obat yang mujarap, hanya bisa mengurangi, bila dosis dilebihkan mengakibatkan pohon ikut mati. Hama kutu putuh dilindungi dengan kulitnya cukup tebal sehingga insektisida tidak bisa menembus ke dalam ketubuhnya, sehingga menjadi kurang efektif. Oleh karena itu bisa dibantu Kalau tidak banyak yang terkena bisa di cuci air sabun dibantu dengan kuas perlahan2 hingga rontok.
ahmad
Tambahan dari saya. Semakin kita mencintai produk dalam negeri semakin maju dan memiliki jati diri bangsa..
Blognya bagus nih. Saya masukkan linknya ke dalam blog saya di http://istanayoan.blogspot.com ya…
salam kenal
Salam kenal kembali pa Yoga..
Terima kasih telah memasukan link ke situs bapak, saya pun telah memasukan link bapak di blog saya
Salam sukses
Pak saya mau coba tanam pepaya california, luas lahan 400 m2, berapa pohon kira2x yang bisa ditanam, dan alamat yang kami tuju untuk pemesanan dan cara pembayaranya kemana ? terimakasih. Mahyudin – Ciputat
Jarak tanam pepaya california lk. 2m x 2m.
Saya bisa membuatkan benih pepaya california, untuk efisiensi ongkos kirim bisa Anda langsung ambil langsung di tempat saya (ciputat – pospengumben) cukup dekat. Kalau mau dikirim mohon alamat lengkap agar kiriman mudah sampai, alamat saya bisa dilihat di http://www.agroprima.com/amir/ dan kontak saya http://www.agroprima.com/contact.php
setuju banget
wah bener bgt,, qta harus lebih mencintai produk dalam negri,,
Kira2 apa ya yang menyebabkan buah2 lokal kalah popuparitastnya di negeri sendiri dibanding buah2an impor?
tingkatkan produksi dalam negeri pak..kalau perlu buah2 dari Indonesia yang di export ke luar..
ternyata buah lokal lebih baik daripada buah2an import, terutama harganya yang lebih terjangkau
buat apa ngimport, kualitas sumberdaya alam qta jauh lebih baik..
klo saya lebih suka buah lokal karena harganya lebih murah dan rasanya juga lebih enak, tidak hanya manis saja, dan juga untuk membantu para petani kita.
Terima kasih sdr Ridwan, hayo kita galakan buah lokal agar semakin digemari di negeri sendiri.
masa buah aja indonesia harus import…
memang nya indonesia ga punya lahan apa buat nanam buah…
Inilah tantangan Anda kedepan sebagai akademisi mampukan melawan aris impor.
buah di indonesia gak kalah dengan buah di luar negeri kok.. bahkan keaneka ragaman buahnya lebih banyak di indonesia.., sesekali cinta produk dalam negeri..
Setuju……!
Jangan hanya karena gengsi makan buah import. Lihat kandungan bahan pengawetnya berupa formalin dan pestisida di http://www.bsn.go.id/files/@LItbang/PPIS%202008/PPIS%20Jakarta/17%20-%20PERLUNYA%20STANDAR%20MUTU%20BUAH%20IMPOR.pdf