May 26 2009
Oleh-oleh dari mengikuti Seminar “Langkah Jitu Memulai Bisnis dari NOL”
Bermula dari mendengarkan salah satu stasium Radio Nasional sambil mengendarai mobil menuju sekolah anak saya yang masih duduk di bangku kelas 1 SMPN yang rutin saya jemput di daerah Mayestik, Kebayoran Baru. Karena mendengarkan sambil mengendarai jadi lupa topik atau judul yang dibahasnya, namun pembahasannya saya pikir cukup menarik yakni membahas seputar wirausaha.
Salah satu kegemaran saya sambil bermacet-macet ria mengendarai mobil hampir dipastikan saya mendengarkan beberapa stasium radio yang membahas seputar wirausaha, ketimbang mendengarkan berita perpolitikan yang tidak saya sukai.
Pada dialog di stasiun radio tersebut selain membahas seputar kewirausahaan juga direncanakan akan menyelenggarakan seminar yang membahas kewirausahaan dengan tema “Langkah Jitu Memulai Bisnis dari NOL”, saya pikir ini pasti menarik, akhirnya saya putuskan saat itu juga sambil mengendarai mobil saya hubungi penyelenggara untuk di daftarkan, bila di tunda-tunda biasanya saya sering lupa.
Ada beberapa hal yang dapat saya garis bawahi dari seminar yang disampaikan para pembicara yang seluruhnya adalah pengusaha tersebut al:
- Dari ke empat pembicara semuanya tidak memiliki latar belakang wirausaha baik keluarga maupun sanak famili, tapi kini mereka bisa dibilang berhasil menjalankan kegiatan usahanya.
- Yang cukup menarik mereka dapat memberdayakan atau mensiasati dana yang sangat terbatas bisa memulai usaha yang asetnya cukup besar.
- Disamping tidak memiliki latar belakang berwirausaha juga mereka awalnya tidak memiliki kemampuan teknis usaha yang digelutinya, mereka menguasai setelah menjalankannya itupun tidak sepenuhnya dikuasai.
- Yang dimiliki adalah semangat yang tinggi agar usahanya dapat berhasil dan kegagalan demi kegagalan yang dialami tidak membuatnya berhenti.
Memang ada benarnya bahwa untuk memulai berwirausaha tidak harus memiliki latar belakang kewirausahaan dan tidak harus dengan memiliki modal yang cukup besar juga tidak harus mengusai sepenuhnya tentang kegiatan yang akan dijalankan, namun untuk membesarkan kegiatan usaha dituntut memiliki kemampuan manajerial yang cukup. Bagaimana mengelola sumberdaya yang dimiliki baik dana atau aset maupun manusia dapat dijalankan dengan efisien dan efektif sehingga dapat membesarkan dan mengembangkan usaha serta memberikan keuntungan yang maksimal.
Kalau saya melihat kepada kegiatan usaha yang saya jalankan baik sebagai pemasok buah dan sayur baik lokal maupun impor juga membudidayakan pepaya bangkok, pada awalnya pun saya tidak mengetahui dan memiliki pengetahuan bagaimana bentuk buah-buahan atau sayuran yang baik sedangkan buah dan sayuran segera harus saya masukkan ke hotel-hotel berbintang, Juga bagaimana membudidayakan pepaya yang baik dan benar dari mulai pembibitan, penanaman, perawatan hingga pasca panen sampai pemasaran. Kini saya ketahuinya sambil berjalan, bahasa sundanya learning by doing.
Ada pertanyaan, kok bisa… Jawabnya sederhana… saya merekruit tenaga-tenaga yang sangat trampil dibidangnya, trampil mengetahui bauh dan sayur yang baik, trampil membudidayakan pepaya, jadi saya tidak harus trampil dalam hal tekinis yang perlu saya kuasai adalah managerialnya.
Nah bagaimana dengan Anda…………. ?



































Quote:
“Jawabnya sederhana… saya merekruit tenaga-tenaga yang sangat trampil dibidangnya, trampil mengetahui bauh dan sayur yang baik, trampil membudidayakan pepaya, jadi saya tidak harus trampil dalam hal tekinis yang perlu saya kuasai adalah managerialnya.”
Kayaknya yang ini kuncinya. Tidak harus menguasai semuanya tetapi menemukan orang yang tepat. Tapi ini juga kunci permasalahan karena menemukan orang yang tepat itu sulit.
Salam
Salam kenal anneliesblog,
Terima kasih komentarnya, Saya rasa itupun tidak sulit. Contoh: Bila kita ingin tau rasanya panas dekat-dekatlah dengan api, juga ingin tau seluk beluk tentang buah dan sayur saya bergaul siang malam di pasar induk kramat jati dan saya bergaul dengan para petani di kebon, serta saya cari tau dari para ahli pertanian. dst.
Salam sukses.
Pak amir hamzah, terima kasih atas kehadiran di seminar Langkah Jitu Memulai Bisnis Dari Nol yang diselenggarakan oleh Indonesian Entrepreneur Society (IES), Sabtu 23 Mei 09, dan terima kasih atas ulasan seminar tersebut. Artikel tersebut memotivasi kami untuk terus menyebarkan semangat wirausaha.
Tanggapan saya untuk anneliesblog: jika kita sejak awal mengatakan sesuatu itu sulit, maka kemungkinan besar yang dialami adalah kesulitan. “mencari orang yang tepat itu sulit”, maka kira-kira seperti itulah yang akan terjadi. Sulit bukanlah tidak bisa. Sulit artinya bisa. So, mari kita tanamkan di pikiran kita bahwa “kita bisa mencari orang yang tepat”.
Kita sangat beruntung hidup di negeri dimana banyak orang ingin jadi pegawai. Saya cukup pasang iklan baris di media nasional untuk mendapatkan tenaga SMA dengan gaji standar UMR (bahkan ada yang tidak dibayar sama sekali, cukup bagi hasil saja. ternyata yang melamar 200 orang lebih, sebagian sarjana. Kita tinggal pilih. Tentunya kita bisa berkata lagi “memilih juga sulit”. Ya, tapi saya katakan, sulit itu berarti bisa. tinggal kita test dan interview, lama-lama kita ketemu orang yang tepat.
Jadi mencari karyawan itu bisa, cukup modal iklan baris. Bahkan iklan gratis di internet, bahkan sms dengan temen2 juga bisa. Memilihnya, tinggal kita latihan saja.
Semoga bermanfaat.
Terima kasih banyak pa Bambang Suharno, disamping kesibukan Bapak yang luar biasa (saya sambil nyetir mobil untuk jemput anak, saya tunggu kemarin/Selasa “suaranya” di RRI ternyata berhalangan) tetapi masih sempat mampir di Blog saya dengan memberikan masukan yang sangat berarti serta bermanfaat untuk saya.
Kang amir apa yang kang amir lakukan sekarang adalah sebuah motivator bagi orang2 yang hidupnya mengandalkan gaji dari orang lain seperti saya, saya adalah karyawan swasta di perusahaan asing korea dimana alhamdulilah saya diberi kepercayaan untuk memegang jabatan untuk beberapa departemen/bagian, tapi yg namanya kerja di tempat lain kita harus siap dengan resiko berhenti dari tempat pekerjaan itu,baik itu diberhentikan manajemen atau terpaksa berhenti karena bangkrut misalnya atau memberhentikan diri karena kondisi lingkungan pekerjaan dll, dan kita tidak tahu kapan kondisi seperti itu terjadi,bisa tahun kedepan,bisa bulan depan atau minggu depan kita tidak tahu..tapi yang jelas saya harus mengantisipasi hal tersebut, dengan pengalaman kang amir ini menyadarkan saya untuk melakukan persiapan2 sebelum hal itu terjadi,oleh karena itu sekarang saya mulai mencoba untuk melakukan bisnis kecil2an diluar pekerjaan saya…sebelumnya saya pernah membuka gerai baso khas tasik yaitu baso ceker di sukabumi yg dikelola istri saya cuma sayang sekarang sudah berhenti, sekarang saya lagi mencari lagi jenis usaha yg kira2 bisa dikelola disamping pekerjaan saya,mungkin kang amir bisa memberikan advise kira2 jenis usaha seperti apa yg bisa dilakukan untuk saat ini.terima kasih advisenya