Jan 28 2009
Jadi Petani
Jadi petani?… Ah… masa saya harus jadi petani, bercita-cita itu misalnya jadi konglomerat, dipastikan hidup tidak akan susah dengan kekayaan yang melimpah, segala keinginan bisa terpenuhi.
Jadi petani? … dipastikan akan bergumul di ladang dengan berlepotkan tanah, mencangkul, kepanasan dan kehujanan serta apakah bisa dengan bertani dapat menafkahi istri dan anak serta hidup layak dapat mensekolahkan anak sampai ke perguruan tinggi.
Itulah segelintir keresahan saya menjelang pensiun dari Pegawai Negeri Sipil (PNS). Apa yang harus saya lakukan kelak pensiun nanti agar terus dapat menafkahi anak dan istri.
Banyak pelajaran dari orang-orang yang telah menjalani pensiunan, kebanyakan mereka bingung apa yang hendak diperbuat. Setelah pensiun baru memikirkan kegiatan apa yang akan dilakukan, sedangkan usia sudah hampir memasuki 60 tahun dan tenaga sudah dipastikan terus kerkurang, juga yang tidak kalah penting adalah dana, kegiatan usaha sekecil apapun sudah dipastikan memerlukan dana. Apakah sudah dipersiapkan jauh sebelumnya, kebanyakan mereka belum mempersiapkan apalagi seorang PNS jangankan menyisakan gaji untuk ditabung, untuk keperluan sehari-hari saja kebanyakan tidak mencukupi. Bahkan ada yang mengandalkan pada anaknya “Saya pensiun nanti, anak saya kan udah bekerja“.
Jadi petani!… Apa yang ada dibenak sebelumnya memang benar adanya, saya harus bergumul dengan tanah, mencangkul, merawat tanaman, membawa hasilnya ke pasar, berpanas-panasan dan adakalanya kehujanan. Ini sebuah keputusan yang pada awalnya berat namun setelah dilakoni ternyata “kenapa tidak dari dulu jadi pertani“, memang hasil dari bertani tidak bisa disamakan dengan penghasilan seorang konglomerat yang bisa terpenuhi segala keinginannya. Akan tetapi ada hasil yang tidak dapat diukur dengan uang adalah suatu kebanggaan tersendiri yang telah saya dapatkan yakni berhasil memberikan lapangan pekerjaan kepada para buruh tani, yang pada akhirnya memberikan nafkah para buruh tani itu sendiri beserta sanak keluarganya.



Jadilah petani… Diawali dengan kekhawatiran yang mendalam, sekarang justru menjadikan motivasi yang sangat kuat untuk terus menggeluti dunia pertanian. Memimpikan suatu saat kelak memiliki perkebunan yang luas, dapat menyerap tenaga kerja atau buruh sebanyak-banyaknya sekaligus dapat mensejahterakan buruh tani serta para sanak keluarganya, dan yang tidak kalah penting dapat bersaing dengan produk-produk luar/impor.

Jadilah petani… Indah sekali bila kita melihat hamparan tanaman pepaya yang serba hijau, buah yang lebat-lebat dan udara sejuk yang jauh dari polusi, yang sebelumnya saya lihat hanyalah hampara hutan beton yang menjulang tinggi dan pemandangan kemacetan lalulintas di seluruh pelosok ibu kota. Kini dengan bertani menjadi suatu kebanggan dan menjadi pekerjaan yang menyenangkan, dikelilingi oleh pemandangan alam pegunungan yang serba hijau yang menyejukkan dan bercengrama dengan para buruh tani meskipun berpeluh dengan keringat, anak-anak saya riang bermain di kebun.



Namun… Sangat disayangkan petani masih saja sering dinomor terakhirkan duakan dalam berbagai hal. Celakanya lagi minat kaum muda memasuki perguruan tinggi di bidang pertanian dari tahun-ketahun terus merosot, telah hilangnya daya tarik pendidikan pertanian. Tidak heran bila hasil pertanian kita bisa dikalahkan dengan hasil pertanian negara lain baik dari segi harga maupun mutu. Demikian pula perhatian pemerintah terhadap petani yang kurang dan hanya dijadikan komoditas politik semata.



Inilah salah satu impian dan tantangan saya kedepan, saya harus lebih dapat lebih banyak lagi memberikan peluang lapangan pekerjaan sebesar-besarnya baik buruh tani, pedagang buah-buahan dan menjadikan produk pertanian kita unggul dalam segala hal.






Nah…… Siapkah Anda jadi petani!? kenapa takut.
Petani Pepaya, 27/01/09



































100% agree!
Salam Sukses!
Pertama2…salut pak dengan keputusan bapak utk menjadi petani di usia yg bapak sebutkan dimana tenaga sudah pasti berkurang. Two tumbs up!
Kedua, nah ini dia pak..saya jadi terpacu atau malah termotivasi dengan blog bapak ini. dan ingin mengikuti jejak bapak menjadi petani. Siapa takut..benar ga pak..
Mohon info email yang dapat saya hubungi pak..Thanks.
Salam kenal dan salam sukses juga untuk Pa budiawanhutasoit,
Bapak sudah serius jadi petani! dan sudah siap dengan segala konsekwensinya!, kalau sudah siap jangan terlalu lama dipertimbangkan, ingat! … waktu berjalan terus tidak ada yang bisa menyetopnya.
Suskses untuk pak budiawanhutasoit.
Amir Hamzah
email saya: amir@agroprima.com atau primaagro@yahoo.co.id
Anda punya semangat yang sangat tinggi semoga sukses dengan semua harapannya. amin
Salam kenal Farcha,
Terima kasih atas doanya, juga semoga sukses selalu menyertai Anda, amin.
Saya bangga masih ada orang seperti bapak. Saya sebenernya saat sama juga dengan yang sudah bapak lakukan. Saya bertani sayur organik di bogor. Namun demikian yang jadi keresahan saya saat ini setiap usaha yang kita lakukan dalam pertanian pasti membutuhkan banyak buruh tani tapi kita tidak bisa memberikan ekonomi yang layak. Maka sekarang saya bergerak untuk mengorganisir organisasi petani, konsekwensinya adalah waktu saya untuk bertani jadi tidak ada lagi. Pilihannya mau maju sendiri apa mau maju bersama dengan kebanyakan petani.
Yth, Pak Iput, Salam kenal.
Dimanapun kita berada sudah pasti dihadapkan pada pilihan yang sudah tentu mengandung konsekwensi pada masing-masing pilihan. Lebih baik segera menentukan pilihan ketimbang tidak yang justru akan menambah konsekwensi baru.
Apapun yang kita pilih, lakukan dengan serius dan sungguh2 karena bukan jalan mulus yang nantinya akan kita temui justru semakin terjal, itu yang saya alami. (mis.: harga di pasar bagus, produk kita belum bisa dipanen. Produk kita melimpah, harga pasar anjlok. Dipusingkan kenaikan BBM, buruh, pupuk, dll. dll.).
Maju terus pak Iput, saya sangat optimis setelah jalan terjal pasti kita temukan jalan tol eh.. jalan mulus. Dan sampai saat ini saya masih terus berupaya, jangan pernah berhenti berupaya dan jangan menyerah karena gagal.
Salam sukses.
Amir Hamzah
Pak Amir,
Saya tertarik dengan keputusan bapak menjadi petani dan sependapat bekerja di pertanian lebih enak pemandangannya, bebas macet & polusi. walaupun memang perlu kerja keras juga.
saya juga sedang mencari budidaya pertanian, kebetulan ada tawaran teman untuk menggarap pepaya. boleh memberikan tips bagaimana merintis usaha pertanian pepaya … misalnya: pilihan lahan, pupuk, perawatan dll.
Thanks
Bunawi
Yth, Pa Bunawi Sulaiman, salam kenal.
Jangan sia-siakan tawarannya pa… Segera direaliris. Pada dasarnya tidak sulit atau mungkin tidak sesulit budidaya buah2an selain pepaya. Mungkin bapak pernah membuang sembarangan biji pepaya di pekarangan, tanpa disadari kurang dari satu minggu sudah menjadi pohon pepaya setinggi lk. 5-10 cm, mungkin bila terus disiram tidak mustahil jadi pohon pepaya yang besar dan menghasilkan buah.
Nah baranjak dari sana, sebetulnya sangat mudah membudidayakan pepaya. Karena kita bertujuan untuk berwirausaha mulailah dengan perencanaan. Misalnya pemilihan lahan, menentukan jenis pepaya yang akan ditanam, perawatan, pemasaran dll.
Pemilihan lahan umumnya di wilayah tanah air kita memungkinkan untuk ditanam pepaya asalkan tidak di dataran tinggi (inipun jadi tapi hasilnya tidak maksimal) juga jangan di daerah persawahan (akar tergenang air pohon pepaya akan mati).
Penentuan jenis pepaya yang ditanama tentunya berkaitan dengan pasar yang nantinya akan kita garap (ekspor atau pasar lokal).
Perawatan dan pemeliharaan tidak banyak kendala, pupuk organik dan non organik banyak dipasaran dan mudah didapat demikian pula cara perawatan sangat mudah.
Nah…. Jangan dipikirkan sulit untuk membudidayakan pepaya. Dari pengalaman saya baik budidaya pepaya atau budidaya lainnya kesulitan hanya pada penentuan lahan yaitu dari segi keamanan. Ini yang harus diperhatikan baik-baik apakah lahan yang akan nanti kita tanam akan aman dari lingkungan/masyarakat sekitarnya. Sekali lagi ini yang pernah saya alami baik di pepaya maupun non pepaya.
Pak Bunawi S, segera dimulai dan belajar sambil praktek, ini yang saya lakukan selama ini.
Salam sukses,
Amir Hamzah
Selamat sore Pak Amir,
Membaca pengalaman Pak Amir, tentunya membuat saya tertantang untuk menekuni bisnis pepaya ini.
Sekarang kami sedang menggeluti bisnis ini pak, kami sudah tanam sekitar 1500 pohon.
Lumayan Pak Amir, sekarang sudah lumayan panen, walaupun belum semua pohon panen, saya ingin tanyakan beberapa hal Pak Amir.
1. Apakah pupuk kandang dengan kambing dan dicampur pupuk kotoran ayam (potong) waktu pemupukan pertama ini bisa mempengaruhi hasil buah dari pohon tersebut?
2. Saya memperhatikan ada jenjang antara periode buah dengan bunga buah selanjutnya? kenapa demikian ya? apakah ada hubungannya dengan pertanyaan saya no.1?
3. Seharusnya berapa kali pemupukan dengan pupuk kandang dalam setahun?
4. Bagaimana cara nya kita bisa mengekspor pepaya?
Terima kasih banyak Pak Amir atas perhatiannya.
Salam.
Alvius Darma
Salam kenal pak Alvius Darma,
Untuk menjawab pertanyaan bapak kebetulan saya sedang mencoba menuliskan pengalaman saya sendiri ttg pemupukan maupun dari teman2 yang lainnya juga hasil kajian para ahli, dengan harapan bisa menjadi bahan perbandiingan bagi kawan2 yang ingin terjun di budidaya pepaya. Mudah2an dalam minggu2 ini akan saya muat.
Khusus buah pepaya saya belum mengekspor karena untuk melayani lokal saja masih kekurangan
Benar pak Amir, enak jadi petani yach…. TAPI sekarang saya cari duit dulu dech soalnya jadi petani juga harus modal khan… he he… kecuali pilihan jadi buruh tani, modal otot….
Ntar kalo ada cukup modal mau beli tanah and bertani dech… sekarang hanya bisa invest kecil-kecilan di bidang ini aja…. Apakah di tempat bapak ada peluang investnya???
Maaf yaa, kalo pertanyaan ini kurang berkenan.
Thanks
Salam kenal pa Darma,
Terima kasih. Inginnya sih… kalau ada yang mau berinvestasi di saya, dengan senang hati, karena akan terus dikembangkan mengingat permintaan masih belum bisa saya penuhi hingga saat ini, baik buah pepaya maupun buah lainnya juga sayuran impor maupun lokal, untuk diketahui tidak sedikit dana yang dibutuhkan untuk mengembangkan usaha ini. Tapi hingga saat ini saya belum terbiasa dan masih banyak kehawatiran dalam memegang tanggungjawabnya bila dibantu dengan pihak ketiga.
Thanks.
Salam sukses pak…
Gini pak, sekarang saya masih bekerja di perusahaan..tapi kenapa ya kok saya pingin banget menanam pepaya di kampung saya. awal mulanya saya sangat suka makan pepaya, trus kepikiran untuk menanam pepaya. saya ingin sekali punya usaha sendiri, umur saya baru 25 thn pak…
mohon bimbingannya pak, untuk bisa bertanam pepaya :
1. bagaimana cara mendapatkan bibit pepaya yang bagus?
2. cara bertanamnya bagaimana?
3. pemeliharaannya bagaimana?
4. dan yang paling penting bagaimana pemasarannya? apakah bisa suplai ke bapak?
terima kasih atas bantuannya pak…
Pa Agus, salam kenal,
Saya sambut gembira pa Agus yang masih muda berkeinginan membudidayakan pepaya.
Sebelum menjawab pertanyaan ke4 diatas boleh saya tahu pa Agus tinggal di daerah mana dan ingin membudidayakan pepaya di daerah mana serta jenis pepaya apa yang ingin ditanam. Meskipun pada umumnya pepaya bisa tumbuh di daerah manapun, namun kualitasnya akan berbeda terhadap suatu daerah tertentu.
1. bagaimana cara mendapatkan bibit pepaya yang bagus?
Untuk mendapatkan bibit sangat mudah dan sebenarnya bisa pa agus buat sendiri tapi umumnya karena baru dan khawatir biasanya pada awalnya mendapatkan bibit dengan cara membeli, saya bisa sediakan namun harus pesan karena tidak ada persediaan jadi karena saya tidak khusus membuat bibit untuk di jual.
2. cara bertanamnya bagaimana?
3. pemeliharaannya bagaimana?
Bertanam dan memeliharan sangat mudah hanya butuh ketukunan dan kerajinan saja, karena pepaya tidak memerlukan perlakuan khusus. Kalau mau baca dari buku banyak di toko2 buku cara membudidayakan pepaya, untuk hemat boleh saja baca tulisan2 saya di sini, karena terus saya update segalanya tentang pepaya, inipun sebenarnya saya sambil belajar.
4. dan yang paling penting bagaimana pemasarannya? apakah bisa suplai ke bapak?
Masalah pemasaran untuk sementara bahwa pepaya Bangkok/Thailand masih sangat mudah, seperti pa agus lihat dari penjaja buah2an dingin keliling, pasar tradisional, swalayan, supermarket banyak terdapat pepaya bangkok. Untuk di luar jenis itu pemasarannya masih terbatas. Memang sekarang orang rame2 banyak membudidayakan pepaya California dll. Untuk diketahui beberapa bulan yl. saya kekurang buah untuk memenuhi permintaan terhadap pepaya Bangkok, jadi akan saya upayakan menampung hasil produksi pa Agus bila panen nanti.
Terima kasih infonya pak..
Sekarang saya masih berkerja di daerah karawang,
namun saya ingin budidaya pepaya di daerah kebumen jawa tengah
saya belum tau pepaya mana yang bagus, enak dan manis. pepaya california atau bangkok, mohon sarannya pak…
kemudian untuk harga bibitnya kira-kira berapa ya pak? kalau di bawa ke kebumen kira-kira bagaimana?
Mohon jawabannya dikirim ke alamat email saya juga ya pak..terima kasih.
Segera akan saya jawab melalui email pa Agus
Kpd Yth Bpk Amir Hamzah,
Saya Rosy Nur Apriyanti, staf redaksi Majalah Trubus. Saya sangat tertarik dengan informasi bapak mengenai pepaya. Rencananya Trubus edisi mendatang, September 2009, akan menulis tentang pepaya. Apakah saya bisa wawancara dengan Bapak? Saya sangat menghargai apabila Bapak juga bisa memberikan kepada kami pekebun lain (kalau ada yang di luar kota, seperti Jawa Timur dan Jawa tengah) yang bisa diwawancarai tentang pepaya.
Terima kasih banyak atas perhatiannya. Saya tunggu jawabannya ya pak Amir.
Salam,
Rosy
Yth, Bu Rosy. Segera akan saya jawab melalui email.
Salam,
Amir Hamzah
Kepada Yth Bpk. Amir Hamzah
Membaca artikel tentang ramainya keinginan menjadi petani pepaya, saya jadi iri hati … bapak-bapak lain sudah bisa menikmati hasil kenapa saya masih tetap jadi penonton terus, hanya berkeinginan terus, belum bisa mewujudkan impian, masih mimpi terus…
Pak Amir,
seperti pak darman, saya masih berkutat mencari modal untuk dapat lokasi lahan dengan buka usaha non tani.
semoga kelak bisa ketemu langsung dengan bapak, untuk berguru.
Salam Hormat,
Edy Soelianto
Assalaamu ‘alaikum Wr.Wb….
Wah…. huebat eui…. Selamat Pak Amir…! tentunya tidak semudah merilis untuk menjadi profesi petani sukses seperti Boss nih…!.
Kami ikut bersyukur kepada Allah Swt. seorang ikhwan kita sudah jadi petani sukses, semoga menuju ke cita2 semula jadi konglomerat tp tentunya Konglomerat yang istikomah, tawaddhu, dan semakin meningkatkan rasa syukur kepada Sang Khaliq atas segala karuniaNya….!.
Selamat menunaikan ibadah Puasa Ramadhan, maafkan kami sekeluarga bila ada hal-hal yang kurang berkenan dalam kebersamaan selama ini.
SALAM UNTUK KELUARGA
“Semoga kita masih diberikan umur yang penuh dengan ridhoNya dalam menjalankan SHAUM RAMADHAN 1430H dan mampu meraih INSAN YANG BERTAQWA …. Amin.
Wassalaamu ‘alaikum Wr.Wb
Regard;
Kusmantoro,
Keluarga besar PusTi, Perum BULOG
Walaikum salam,
Terima kasih pa Kusmantoro
Dengan ucapan yang sama kami sekeluarga mohon maaf lahir batin dan selamat menunaikan ibadah puasa.
Amir Hamzah dan keluarga
Salam kenal pak…! Saya sepakat dengan apa yg Bapak sampaikan. Kebetulan Saya sekarang sedang memulai bertani pepaya di luasan 3 ha an. Pepaya yg saya tanam jenisnya thailand biasa dan belum berani ke jenis2 exclusive semisal hawaii, red lady, dll. Ke depan disamping menambah keragaman varietas saya sungguh sangat penasaran dengan papain hasil sadapan pepaya. saya pernah baca bahwa buah usia 1 bulan bisa di sadap dan dengan mengolesi cairan tertentu tidak meninggalkan luka sayat. Apakah saya bisa memperoleh info lebih lanjut tentang itu. Trimakasih sebelumnya….
Salam kenal kembali pa Nu’man,
Segera saya sampaikan melalui emai pak Nu’man.
Kepada
Yth. Bp. Amir Hamzah
Salam sukses!
Saya salut atas usaha Bapak yang sedemikian sukses, meskipun latar belakang Bapak adalah seorang PNS, namun memutuskan untuk menjadi seorang petani, dan nyatanya berhasil.
Begini Pak, saya itu terus terang punya cita-cita menjadi pengusaha muda, meskipun saya tidak punya modal apa-apa, hanya tekad saja. saya ini berumur 36 tahun, berdomisili di wilayah kabupaten Pekalongan, jawa tengah. Saya ingin mencoba menanam pepaya di pekarangan rumah saya yang tidak begitu luas.
Saya ingin menanyakan beberapa hal kepada Bapak sebagai berikut :
1.Apakah di daerah saya cocok untuk ditanami pepaya, jenis pepaya apa yang cocok ditanam di daerah saya?
2.Dapatkah saya mendapatkan bibitnya dari Bapak?
3.Apakah budidaya pepaya ini dapat dimulai dengan modal yang sangat terbatas dan bagaimana prospeknya di masa yang akan datang?
Saya mohon bimbingan dari Bapak. Sebelumnya saya mengucapkan banyak terima kasih. Jika Bapak tidak berkeberatan saya mohon balasannya dikirim ke alamat email saya.
Hormat saya,
Aji Sumantoro
Terima kasih kunjungannya ke blog saya. Segera akan saya jawab melalui emai Anda.
Bahagia banget bisa menemukan blog yang membahas cita2 dan impian sy…..sejak perusahan sy kena musibah dan akhirnya tutup sy terpuruk tanpa bisa berbuat apa2 krn menyesali musibah dan tak bisa berpikir lagi karena sama sekali tidak punya modal untuk memulai apa yg saya cita2kan.
SEmoga Tuhan memberi sy rezeki yg halal supaya sy bisa beli tanah dan menjalankan cita2 sy mempunyai perkebunan pepaya di daerah Bogor Leuwiliang.Amin
bantu doain ya Pak.
Selamat dan sukses untuk Bpk dan keluarga
Salam kenal pa Jonggoish,
Saya doakan semoga cita-cita bapak dapat segera terlaksana.
lam kenal pak… boleh sy tahu no hp bapk… mau belajar jadi petani pepaya di blitar neh. 08123384xxx. matur suwun
Bu Novie bisa hubungi staf/penanggungjawab perkebunan kami yang agak dekat dengan daerah ibu yakni di Banyuwangi tlp/HP 081249269xxx. Karena saya berdomisili di Jakarta