Oct 31 2007
Berkebun Pepaya
Menjelang pensiun pikiran banyak di pengaruhi rasa berbagai kehawatiran, apa yang dapat saya berikan kepada anak dan istri dengan uang pensiun yang minim sebagai PNS, ini bukan berarti tidak berterima kasih kepada Pemerintah yang masih memberikan apresiasi sebagai PNS dengan uang pensiunnya. Juga apa yang dapat dikerjakan setelah tidak bekerja yang biasa rutin mengerjakan sesuatu pekerjaan mulai Senin sampai dengan Jumat dari pukul 08.00 sampai dengan 16.00. Nanti setelah tidak bekerja lagi hari-hari akan dihabiskan dirumah terus: pagi, siang, sore, malem, terus berganti, Senin, Selasa, Rabu, Kamis, Jumat, Sabtu, Minggu, Januari sampai Januari tahun berikutnya, dst, dst. Atau, Agar tidak bosan jalan-jalan mengunjungi kerabat, saudara, anak, mertua dll. Atau mengerjakan sesuatu untuk mendekatkan diri kepada sang Pencipta, atau melakukan aksi sosial dengan bergabung dengan lembaga sosial, LSM, dll. Yang tidak kalah penting masih kuatkah kita baik pikiran maupun tenaga kelak nanti.
Memang selayaknya jauh sebelum memasukin usia pensiun perlu dilakukan upaya-upaya persiapan agar tidak menjadi beban pemikiran ditambah lagi dengan usia yang sudah memasuki 56 tahun dimana umumnya tenaga dan pikiran yang sudah menurun. Saya mengamati (ini perlu penelitian atau barang kali sudah ada hasil penelitiannya) diusia sekitar 50 tahun orang yang mau terus menggunakan otaknya untuk berpikir segala hal yang positif bahkan melipatgandakannya untuk memberdayakan otak dan fisiknya, sepenglihatan saya orang itu nanti dimasa usia pensiun dia tidak akan “loyo” dia justru akan tetap enerjik bahkan banyak inovasi-inovasi yang positif dikeluarkan. Sering kita lihat orang yang telah pensiun dia tidak bergairah alias nunggu ajal atau mendekatkan diri kepada Tuhan sang pencipta. Mendekatkan diri kepada Tuhan itu memang dianjurkan dan itu kewajiban sebagai umat yang beragama bahkan dari sejak usia dini atau akil baliq. Yang menjadi pertanyaan diusia pensiun apakan hanya melulu bersujut kepada Tuhan tapi tidak ada usaha sedikit pun atau kegiatan lain, saya yakin Tuhan pasti marah.
Kebetulan disaan saya memulis tulisan ini, saya membaca di Surat Kabar Kompas Jumat tanggal 5 Oktober 2007 halaman 21 saya baca tulisan “Optimisme Orang Kaya” ada hal menarik yang saya baca yaitu ”Di Indonesia rata-rata masyarakat ingin pensiun diusia 50 tahun, tetapi umumnya mereka baru memulai membuat perencanaan persiapan pensiun pada usia 49 tahun. Berbeda dengan masyarakat di Singapura, mereka mulai menyiapkan masa pensiunnya diusia 33 tahun dengan target pensiun pada usia 60 tahun“.
Pertanyaan kepada diri saya sendiri, apa yang akan dilakukan menjelang pensiun nanti, jawabnya …………… “Aku pilih jadi petani”












































Banyak SMS maupun email saya terima dari rekan2 khususnya yang baru memulai atau mencoba membudidayakan pepaya akan kegagalannya saat penyemaian atau membuat bibit/pembibitan. Dari SMS yang saya terima ada yang mencapai hanya 50%
Terima kasih saya ucapkan kepada Kementrian Pembangunan Daerah Tertinggal dan Indonesian Entrepreneur Society serta TRUBUS atas kepercayaannya pada saya untuk menyampaikan materi pada acara “Pendidikan dan Pelatihan Kewirausahaan Menghadapi Masa Pensiun” di lingkungan Kementrian Pembangunan Daerah Tertinggal,
“Ngantor, Iya. Bisnis, Iya. Jangan Takut Punya Bisnis Sampingan Asal Tahu Aturan” ini adalah judul cover “Majalah Duit!” edisi spesial ulang tahun ke-5. No. 5/VI/MEI 2011. Saya sangat bersyukur dan berterima kasih kepada Majalah Duit! telah mewawancarai dan dimuat dalam kolom LIPUTAN UTAMA,
Saya sangat mengapresiasi program “Bosan Jadi Pegawai” yang ditayangkan oleh stasiun televisi TransTV pada hari Minggu pukul 12:00 s/d 12:30 WIB, tanggal 27 Maret 2011 menampilkan kegiatan saya untuk memaparkan budidaya pepaya california dalam episode “Cantik Pepayanya Menggiurkan Rasa dan Untungnya 



















Selamat Pak Amir telah menyiapkan diri dengan baik sebelum pensiun, mudah-mudahan terus berkembang sehingga dapat berbagi pengalaman dengan teman-teman yang mempunyai minat yang sama.
Yth. Bp Eddy Rizal
Terima kasih atas kunjungannya ke Blog saya.
Mudah-mudahan informasi yang tersaji di Blog dan situs saya yang sederhana ini dapat bermanfaat bagi Bapak.
Amir Hamzah
Pak Amir Hamzah,
Saat ini saya dan teman-teman saya yang masih muda-muda (30-an thn) sedang merencanakan untuk membuat perkebunan Pepaya seperti yang bapak jalankan, rencananya dibuat di wilayah Bogor.
saya belum seluruhnya membaca tulisan bapak, namun pasti saya akan segera membacanya dan ingin sekali sukses seperti bapak.
kiranya bapak berkenan memberikan saran-saran kepada saya yang masih belum berpengalaman ini.
Sukses selalu,
Salam,
Markus
Terima kasih Pak Markus atas kunjungannya di blog saya.
Saya sangat mendukung sekali Anda dan teman2 muda Anda mau terjun dalam budidaya khususnya pepaya, terus terang pangsa pasar buah2an khususnya pepaya masih sangat besar. Saat ini saja (minggu lalu s.d. sekarang 28 Maret 2008) saya tidak dapat memenuhi permintaan pasar khususnya Jakarta dan Bali, padahal harga yang ditawarkan jauh diatas rata2.
Kalau Anda dan teman2 sudah memulai kita bisa berbagi pengalaman, karena saya yakin anak2 muda jauh mempunyai inovasi2 ketimbang saya yang telah beruasia diatas kepala 5.
Salam Sukses
Amir Hamzah
maaf pak boleh minta e mail mas markus, saya di bogor tertarik dengan rencana beliau…
trims pak
isi dari blogs bapak sangat menarik..untuk di pelajari dan mudah-mudahan jadi motivasi untuk berwira usaha di bidang agrobis bagi kalangan muda, yang persoalannya cari kerja sekarang makin sulit ,,,ngono lho pak.
Betul sekali… Ini tujuan saya, mari kita kembali ke basic sebagai negara agraria, jangan berbondong-bondong mencari pekerjaan di kota yang belum tentu dapat, disisi lain ladang kita (sawah dan kebun) ditelantarkan.
10 bulan lagi saya jg mau mpp. banyak orang takut menghadapinya, lain halnya saya masa pensiun tsb saya tunggu2 dan saya anggap masa kemerdekaan, bebas dr kewajiban. rencana saya akan pulang jg kekampung, didaerah Purbalingga, jadi petani/peternak ikan, kebetulan disana banyak air. cuma apa menguntungkan? perlu pendalaman. barangkali ada saran untuk saya?
Yth, Pak Totok,
Kalau ditanya apa mengutungkan? saya jamin pasti menguntungkan usaha dibidang pertanian/peternakan, namun keuntungan itu tentunya tidak datang begitu saja. Ini kita akan dapatkan dari berbagai usaha atau kerja keras yang harus/mutlak mendapat perhatian serius, antara lain penentuan lokasi, apakah cocok dilokasi tersebut untuk dibudidayakan ikan, buah atau sayur dll. Cocok disini dalam artian luas, cocok kultur tanah dan cocok dengan budaya masyarakat setempat.
Saya disamping mengamati dan pernah membudidaya ikan lele dari unsur pembudidayaan sudah cocok dengan hasil yang baik, namun dari masalah lingkungan/masyarakat yang kurang bersahabat sering dijarah, karena disekitar saya tidak ada yang membudidayakan lele. Lain halnya yang sekarang saya budidayakan pepaya, disekitar kebun saya masyarakat banyak juga membudidayakan pepaya, sehingga tidak perlu diawasi pepaya saya aman tidak ada yang menjarah, karena kiri kanan mereka banyak pepaya, mereka juga tanam pepaya.
Saya sarankan, kalau disekitar wilayah Pa Totok sudah banyak yang membudidayakan ikan, ikutilah mereka, ga usah takut dibilang latah. Belajar dengan mereka yang sudah lebih lama atau yang sudah berpengalaman, bapak masuk dilingkungan mereka juga pelajari pemasarannya, permasalahan/hambatan dll.
Disamping hal tersebut diatas tentunya masih banyak lagi yang harus diperhatikan, namun langkah yang paling dan utama adalah keberanian, berani ambil keputusan untuk melangkah.
Saya salut untuk pak Totok ga usah takut menghadapi pensiun, putuskan langsung saja terjun di dunia pertanian/peternakan disana nanti akan ketemu nikmatnya juga suka dukanya, untung rugi itu biasa didunia usaha sepanjang telah kita perhitungkan.
Pak Amir Hamzah Yth.
perkenalkan saya Firman, sekarang saya masih bertugas di Departemen Pertanian. alhamdulillah saya mengurusi perbenihan tanaman buah.
saya salut sama bapak yang sudah berani berwirausaha pepaya. dan alhamduliilah saya juga berwirausaha kecil – kecilan dibidang penyediaan benih tanaman buah. sekarang saya sedang konsentrasi di benih pepaya. kalau boleh tau dimana lokasi kebun bapak..? varietas apa saja yang bapak tanam.. ?
kapan – kapan bolehkan saya datang ke kebun bapak..? kita saling sharing… kontak saya di 0813-82705371
Terima Kasih.
Firman
Yth, Pak Firman,
Alhamdullilah, saya bersukur sekali bisa berkenalan dengan bapak, mudah2an kita bisa terus bersilaturahmi.
- Mengenai perkebunan saya ada di Daerah Banyuwangi, Jawa Timur.
- Pepaya yang saya tanam saat ini adalah jenis Thailand/Bangkok, karena jenis ini sangat mudah untuk pemasarannya.
- Rencana kedepan akan membudidayakan varietas lainnya, namun sebelumnya saya harus mengetahui pangsa pasarnya.
Setiap saat kita/saya bisa ditemui, namun saya lebih sering berada di Jakarta.
Untuk kontak saya bisa dilihat di SINI
Pak Firman, pada kesempatan ini saya juga mohon bantuan bapak tentang Papain, karena saya ada rencana mencoba membudidayakan pepaya yang khusus diambil papainnya. Namun tentang hal tersebut saya masih banyak memerlukan informasi, seperti misalnya: – jenis/varietas pepaya yang baik untuk khusus diambil getahnya; – Daerah yg sangat cocok dimana; dll.
Wassalamualaikum,
Amir Hamzah
Halo Pak Amir Hamzah,
Saya Indra, saya mau minta mohon informasi pembelian bibit pepaya bangkok. dan contact person nya. saya ingin mencoba menanam di wilayah serang timur. sebelumnya saya mengucapkan terima kasih
Assalamulaikum wr wb.
Pak Indra Yth.
saya bisa bantu anda mendapatkan benih pepaya california, Hawaii dan pepaya pengahasil papain.
silahkan kontak saya di 0817-782122
Saya Tunggu Kontaknya..
Firman
Dear pak amir hamzah.,
Salam kenal dari saya, sungguh luar biasa ilmu2 dan saran2 yang bapak share kan diweb ini.
Nama saya Heris Susanto, saya seorang pegawai swasta berusia 28 thn. Saya sangat interest dengan apa yang bapak tuliskan dalam blog ini khususnya dunia agribisnis ini, ada sedikit yg mau saya konsultasikan nih pak.
Saya memiliki lahan tanah kosong seluas 2000m2, memang ada niat slama ini untuk mengelola lahan tersebut menjadi lahan yg berguna dan tentunya bisa menghasilkan. Akan tetapi karena pengetahuan saya akan bidang agribisnis ini sangat minim maka itu belum bisa terealisasi.
Setelah saya baca2 dari buku agri bisnis dan lihat website agribisnis seperti web bpk ini, ternyata pepaya yg cukup menyita perhatian saya. Ada keinginan saya juga memiliki perkebunan pepaya seperti bpk.
Kira2 varian pepaya apa yg cocok untuk lahan saya didaerah depok?
Dimana saya bisa memperoleh bibit yg bagus?
Apa saja yg harus di persiapkan untuk bisa membudidaya pepaya agar provid?
mudah2an niat saya bisa terealisasi, menghasilkan dan dapat membantu orang lain juga.
Demikian dari saya, atas saran dan masukan bpk saya haturkan terimakasih.
salam
Heris Susanto
Salam kenal pa Heris Susanto, saya sangat senang bapak tertarik di bidang agri bisinis.
Bapak ga usah khawatir tidak memiliki dasar2 di bidang agri, karena saya pun tidak memiliki pengetahuan di bidang agri. Yang saya miliki hanyalah tekat untuk bisa melangsungkan hidup keluarga. Dan tekat satunya lagi yaitu kenapa orang bisa berati saya pun harus bisa.
Untuk menjawab beberap pertanyaan bapak kebetulan saya sedang menulis sejalan dengan pertanyaan bapak [klik disini]. Dan untuk melengkapi tulisan saya bisa bapak klik pada tulisan2 lainnya di blog ini yang telah saya link ke sumbernya.
keren pak!!
Terima kasih,
Rajin2 mengkonsumsi pepaya ya, buah yang murah dan meriah, mudah didapat, dimana saja dan kapan saja.
dear Pak Amir Hamzah,
Salam kenal Pak, saya salut dengan usaha yg bapak kerjakan. saat ini usia saya 32 th sejak lama saya ingin berwirausaha cuma masih mencari yg cocok maklum saya tidak punya pengalaman sama sekali dalam wirausaha&modal yg sangat terbatas. saya bekerja pada suatu BUMN di Jakarta & tertarik dengan budidaya Pepaya bapak. kalau berkenan apakah bisa bapak berikan estimasi perhitungan dari wirausaha pepaya tsb.
misal: -dari luas tanah /hektar dapat ditanami berapa pohon..?
-Harga bibit per Biji brp..?
-kebutuhan pupuk per bulan berapa kg, plus biayanya..?
-Masa dari ditanam sampai berbuah berapa lama..?
-setiap hektar tanah dapat menghasilkan brp buah perhari/bulan..?
-harga jual buah/kg brp..?
-Biaya2 rutin yg lain kira2 apa&brp..?
-Tips2 & Trik berwirausaha
maaf Pak kalau saya nanyanya banyak, maklum saya masih sangat awam..
Makasih banyak Pak
Salam
-Hendra-
Salam kenal pa Hendra.
Wah,,… saya harus dari mana dulu nih untuk menjawab pertanyaan pa Hendra.
Tapi begini…. Saya salut pa Hendra sudah sejak dini memikirkan hal jauh kedepan. Orang lain atau saya sendiri baru terpikirkan berwirausaha sudah menjelang memasuki usia pensiun dimana tenaga dan pikiran sudah tidak seperti dulu, mungkin karena kepepet barang kali. Dan tidak mustahil suatu saat saya akan berguru dengan pa Hendra kelak nanti bila pa Hendra terjun di dunia wirausaha.
Pa Hendra…. saya berangkat dari nol besar tidak mempunyai sedikitpun pengetahuan di dunia pertanian maupun wirausaha, yang ada saat itu, setelah pensiun harus tetap dapat menafkahi anak dan istri saya. Bersyukur sekarang meskipun belum besar tapi sudah bisa mensuplai buah dan sayur ke hotel di Bali dan berkebun pepaya di Banyuwangi. Dimana sebelumnya tidak terlintas sama sekali hal itu akan bisa saya jalankan. Saya bukan berasal dari keluarga yang senang berwirausaha dan juga keluarga petani, saya lahir dan dibesarkan di kota besar (Jakarta) hingga saat ini.
Nah …. ini mungkin atau mudah-mudahan akan menjadi motivasi untuk pa Hendra yang jauh usianya di bawah saya. Jadi jangan terganjal oleh pikiran bahwa tidak punya pengalaman, tidak punya dasar berwirausaha, tidak punya dana dll. dll. Jangan pernah berhenti berusaha dan jangan menyerah karena gagal serta berani mengambil langkah, ini yang terus saya coba tanamkan didiri saya. Mudah-mudahan pa Hendra sependapat.
Perihal budidaya pepaya awalnya saya tidak pernah menghitung-hitung seperti yang pa Hendra pertanyakan diatas, saya tidak memakai perhitungan-perhitungan. Hitungan saya saat itu adalah “kok orang lain bisa kenapa saya ga bisa, saya pun harus bisa” sedangkan orang lain itu umumnya hanya seorang petani di kampung/desa, maaf… seberapa tinggi sih pendidikannya?
Setelah berjalan dan atau sambil berjalan, barulah saya hitung-hitung dan pelajari, serta mengambil pengalaman orang lain dan baca-baca buku yang berkaitan serta saya coba-coba kaitkan antara teori dan praktek.
Mengenai hitungan yang pa Hendra tanyakan sangat relatif itu tergantung daerah dan lokasi serta sarana dan prasarana di daerah setempat. Umumnya per ha bisa ditanam lk 1.000-1.250 pohon. Harga bibit lk. Rp250-500/biji. Pupuk (pupuk kandang, urea, SP-36, KCL pestisuda) lk. Rp750.000,-/bulan untuk 1 ha. Masa tanam mulai dari benih sampai panen lk 9-10 bln. masa panen selama lk 3. Harga jual di kebon Rp700-1.500/kg. Biaya lain2 Rp 1-1,5jt.
Mengenai tip bisnis/berdagang tidak susah, pertama2 ikuti saja dulu arus jangan coba2 malawan arus. Setelah mengetahui lebih dalam silahkan berimprofisasi.
Gimana masih kurang jelas! jangan segan2, akan bantu semampu saya. Oke.
Sukses selalu untuk pa Hendra.
Amir Hamzah
Petani Pepaya
Dear Pak Amir Hamzah,
Terima-kasih Pak atas informasinya yang sangat berguna, saya tertarik untuk berkebun pepaya. kalau boleh saya pengen nanya lagi tp ini lebih dari sisi bisnis. karena kesulitan saya adalah menemukan lahan yg cocok untuk penanaman pepaya & orang yg bisa diajak kerjasama dalam mengelola usaha tersebut. maklum rata2 temen2 saya dalam usaha gagal krn kurang pengalaman & mohon maaf “ditipu”.. oleh rekan kerjanya.
saat ini bapak ada di Jakarta sedangkan usaha kebun pepaya kalau tidak salah ada di Banyuwangi:
1.gmn cara melakukan pengelolaanya..? penanaman, panen & pengiriman ke Jakarta?
2.Apa pertimbangan bapak kok berkebun pepaya di Banyuwangi, kenapa tidak disekitar Jkt saja..?
3.pada waktu bapak terjun dalam berkebun pepaya, langkah2 apa aja yg mula2 bapak kerjakan..? (mulai dari penentuan area berkebun, partner kerja, budidaya, pengelolaan, pemanenan ,pemasaran)
4.Apakah boleh saya minta nomor telp bapak & menghubungi bapak untuk bertanya seputar berkebun pepaya/berwirausaha..?
makasih pak atas waktunya & maaf kalau ada kata yg tidak berkenan
karena saya bener2 pengen serius dalam berwirausaha.
Salam
-Hendra-
Wah… mampir lagi ke blog saya… serius nih mau jadi petani dan berwirausaha!
Mengenai ditipu di dalam berbisnis saya pun bukan sekali dua kali ditipu. Tapi bersukur saya sampai saat ini tidak pernah menipu orang, tapi ditipu sering. Jadi kalau sudah terjun berwirausaha harus sudah siap dengan segala kemungkinan, termasuk kemungkinan ditipu, rugi dll.
Untuk pengelolaan usaha antara domisili dan lokasi usaha serta lokasi perkebunan yang berjauhan bahkan menyebrang pulau (Jakarta – Banyuwangi – Bali), kalau saya ceritakan disini mungkin akan panjang, ada rencana akan saya tulis barang kali bermanfaat.
Juga akan saya tulis bagaimana saya melakukan perdagangan mulai dari pemanenan di Banyuwangi sampai diangkut dan masuk pasar-pasar di Jakarta seperti Pasar Induk Kramat Jati, Pasar Bekasi, Pasar Pulogadung dan Pasar Kebayoran Lama. Dengan segala aspeknya termasuk ditipu dll.
Perihal bagaiman saya sampai terjun membudidayakan pepaya, saya pikir ada baiknya saya tulis juga agar bisa di ketahui oleh banyak orang.
Setiap saat saya bisa dihubungi di 08128 558 258 atau 021 320 72944
..Salam Kenal..
..saya baru belajar mengenai pertanian,….ada investasi tanah 1,5 hektar, lokasi sekitar ciwidey bandung,..ketinggian 1250m dpl, bisa dibilang puncak bukit, miring 30*, hadap timur,…kalau kemarau kondisi agak susah, .mungkin krn posisinya dipuncak,…warna tanah merah bercampur pasir sedikit,…saat ini biasanya petani sekitar menanam sayuran, cabe/buncis terkadang tembakau,……tertarik dengan budidaya pepaya,..kiranya cocok tidak ya?…u/ bibit bisa didapat dimana?….terima kasih banyak atas masukan & sarannya….
salam agro
-wiwit-
Salam kenal kembali sdr Wiwit..
Sayang ya…. ketinggian 1.250 m dpl sangat kurang bagus untuk budidaya pepaya, kalau bisa upayakan di ketinggian tidak lebih dari 500 m dpl. Kalau dipaksakan buahnya kurang bagus terutama di tingkat kemanisannya kurang, juga bentuk atau besarnya tidak sesuai dengan harapan. Masalah bibit tidak menjadi hambatan karena mudah didapatkan atau mudah membuatnya.
Salam sukses,
Amir Hamzah
Assalamualaikum
Teman-teman yang budiman
Mungkin ada yang tahu dimana saya harus dapatkan bibit pepaya hawaii dan california f1. Saya tinggal di Pekanbaru Riau
Terima kasih infonya
Wassalam
Rusno
Yth. pa Rusno telah saya jawab memalui email
Assalamu alaikum wr wb…
Bapak Amir Hamzah yg saya kagumi. Semua tulisan anda dalam blog agroprima ini sungguh menginspirasi saya. Menginspirasi saya untuk menjadi entrepreneur tangguh yg tak mengenal putus asa, dan menginspirasi saya untuk menjadi petani buah2an lokal.
Bisakah bapak membantu saya untuk mendapatan bibit pepaya red lady & california?
Dan bisakah saya mendapatkan nomor telepon bapak agar saya dapat berdiskusi lebih intensif dengan bapak?
Atas perhatian dan bantuan bapak saya ucapkan terima kasih
Wassalam
Andrei Prima
Walaikum salam, pa Andrei Prima, salam kenal.
Insa Allah saya bisa siapkan benih pepaya Red Lady dan pepaya California, Alamat dan nomer kontak saya bisa di lihat di FaceBook http://id-id.facebook.com/people/Amir-Hamzah/1364564178 atau bisa di lihat di sini http://www.agroprima.com/contact-ind.php
Salam sukses.
Salam kenal Pak Amir.
Saya karyawan swasta pak. Sudah beberapa kali mencoba sambilan berwira usaha, tp sampai sekarang belum ada yg berhasil pak. Bahkan juga di bidang pertanian, seperti berkebun jagung dan budidaya lele. Saya sebenarnya ingin pensiun dini pak, tapi saya belum menemukan bidang usaha yang bisa menjadi gantungan hidup keluarga nantinya. Saya sangat tertarik dengan berkebun pepaya yang bapak lakukan. Kalau boleh tahu pak, hitung2an analisa usahanya bagaimana. Misalnya untuk lahan 1 hektar, totalnya perlu modal berapa dan nanti hasilnya berapa per periode waktunya. Untuk membandingkan dengan gaji saya sekarang pak. Kalau memang hasil per bulannya lebih besar, atau minimal sama, akan saya pertimbangkan serius untuk segera pensiun dini. Sudah jenuh jadi karyawan nih pak. Usia saya sekarang sudah 40 tahu, mudah2an belum terlambat ya pak. Terimakassih sebelumnya, mudah2an bapak berkenan membantu saya.
Topo di Lampung.
Salam kenal kembali pa Topo,
Saya kira kita punya kesamaan, bahkan bapak mungkin sudah lebih awal terjun di dunia usaha. Dari beberapa pengalaman usaha yang saya geluti dari jasa komputer, ekspor perikanan, buah, furniture, perkebunan semuanya mendapatkan hasil atau mendapatkan keuntungan. Saya mendapat kesimpulan semua usaha apapun pada dasarnya akan menghasilkan keuntungan, yang menjadi pertanyaan kenapa ada orang atau perusahaan yang merugi, ini sebenarnya hanyalah masalah manajen, mereka tidak memanage dengan baik, sekecil usaha apapun sangat perlu dimanage dengan baik.
Mengenai usaha pa Topo dibindang pertanian perikanan itu sudah baik, hanya bagaimana memanage dengan baik, saya pun pernah bertambak lele, hasilnya merugi tapi bukan rugi karena tidak mendapatkan keuntungan, tapi rugi karena tidak di kelola dengan baik.
Di Lampung saya kira cukup baik berwirausaha dibidang pertanian mengingat pangsa pasar terbesar Jakarta cukup dekat. Saya pun sering dikalahkan (harga jual di tingkat grosir/bandar) oleh hasil produksi pepaya dari lampung yang cukup besar dengan perbedaan harga yang cukup besar. Oleh karena itu bila ingin membudidayakan pepaya pa Topo bisa belajar langsung dengan para petani pepaya di Lampung bagaimana hitung-hitungannya karena setiap jenis pepaya tidak sama.
Yth Pak Hendra,
Pak, bagaimana kalau saya mau investasi beli tanah utk tanam pepaya. Bisa ngga bapak memberi saran lokasinya (saya tinggal di jkt) , tentunya dengan harga yg ‘miring’ kl bisa. Termasuk nantinya saya bisa ‘berkonsultasi’ mulai dari penanaman sampai pemasaran.
Kami menunggu kabarnya , lewat email juga boleh.
terimakasih
NaNo
Salam kenal pa NaNo,
saya bisa Anda hubungi di HP 08128558258 kapan saja
Assalamu’alaikum bapak Hendra.
Semoga selalu sehat diantara aktivitasnya mengisi masa purna bhaktinya….saya sungguh tertarik dengan pemikiran bapak mengenai aktivitas dan rencana sebelum pensiun. Memang banyak orang bilang pensiun itu enak karena tidak kerja masih dapat uang….begitu banyak pendapat dari sebagian pensiunan,tapi apakah betul demikian adanya yaaa…..??? Saat ini saya seorang karyawan kontrak hampir 9 thn, usia 36 th berkeluarga dengan 1 anak laki2, saya sudah mulai mencoba berkebun (bantu ortu) salak Pondoh semasa sekolah di Jogja medio 1997 di kampung saya Lengkong, Rakit, Banjarnegara, Jawa Tengah. Alhamdulillah meski memanfaatkan pekarangan yang ada cukup membantu pemasukan ortu dan untuk terus berusaha mengembangkannya, hal ini karena setelah “tidak terpakai tenaga serta pikiran saya di perusahaaan” saya ingin kembali ke kebun sebagai petani salak pondoh sebagai penyambung perekonomian keluarga kelak…Mohon masukan serta saran bapak untuk harapan serta keinginan saya yang sederhana ini. Terima kasih. Salam untuk semua n semoga sukses selalu…Amin. Wassalam.
Jadi karyawan atau jadi wirausahawan itu pilihan, semua baik sepanjang kita rencanakan dengan baik dan matang terutama untuk hari tua. Karena setiap pilihan punya kensekuensinya masing2. Oleh karena itu rancanglah dengan matang pilihan Anda, jangan setengah2 karena hasilnya pun akan setengah2 atau bahkan mungkin bisa gagal.
Wassalam,